Trianggulasi Dilakukan Untuk Menjelaskan Keabsahan Data Dengan Menggunakan Beberapa Sumber
Bahwa Saat Ini Anak-Anak Membawa Bekal Makanan Yang Bergizi Ke Sekolah dan Tidak Lagi Membeli Jajanan Di Sembarang Tempat.
Dalam Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Tersebut, Siswa dan Dewan Guru Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan Dengan Menggunakan Masker, Hand Sanitizer Serta Menjaga Jarak.
Dengan Kata Lain, Bisa Dikatakan Siswa Yang Berprestasi Rendah Belum Tentu Disebabkan Oleh Kemampuannya Yang Rendah, Tetapi Mungkin Disebabkan Oleh Kurangnya Motivasi.
Dengan Demikian Dapat Ditarik Kesimpulan Bahwa Setiap Proses Belajar Mengajar di Dalam Sebuah Pesantren Dengan Metodenya Yang Sedemikian Rupa Tertanam Pula Nilai-Nilai Kecakapan Hidup Untuk Menjalani Kehidupan di Kemudian Hari Dan Menjadi Lulusan Yang Berkualitas.
Media Ini Dapat Digunakan Untuk Membangkitkan Semangat Siswa Dalam Belajar Menggunakan Teknologi Digital Berupa Laptop dan Smartphone.
Hasil Penelitian Yang Di Dapatkan Menunjukan Bahwa Materi ini Sumber Utamanya Adalah Surat Al-Baqarah Ayat 31-32 Dengan Metode Tafsir Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Metode Tafsir Muqaran Dengan Jalur Perbandingan Antara Dua Tafsir Rujukan, Yaitu Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-MIshbah.
Dengan Demikian Disamping Adanya Penguasaan Ilmu Pengetahuan Juga Harus Disertai Dengan Teladan-Teladan Dan Latihan-Latihan Dari Semua Pihak Yang Melingkunginya Baik Orang Tua, Guru Maupun Lingkungan Masyarakat.
Adanya Koperasi Pondok Pesantren Merupakan Salah Satu Badan Usaha Milik Pesantren Yang Bergerak Dalam Sektor Peningkatan Ekonomi dan Untuk Membantu Pembangunan Pondok Pesantren La Tahzan Cikande.
Berdasarkan Pembelajaran Dengan Implementasi Strip Story Selesai, Terjadi Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Hadist Kelas VII Pondok Pesantren Daar El-Qolam.