Dengan Kata Lain, Bisa Dikatakan Siswa Yang Berprestasi Rendah Belum Tentu Disebabkan Oleh Kemampuannya Yang Rendah, Tetapi Mungkin Disebabkan Oleh Kurangnya Motivasi.
Dengan Demikian Dapat Ditarik Kesimpulan Bahwa Setiap Proses Belajar Mengajar di Dalam Sebuah Pesantren Dengan Metodenya Yang Sedemikian Rupa Tertanam Pula Nilai-Nilai Kecakapan Hidup Untuk Menjalani Kehidupan di Kemudian Hari Dan Menjadi Lulusan Yang Berkualitas.
Media Ini Dapat Digunakan Untuk Membangkitkan Semangat Siswa Dalam Belajar Menggunakan Teknologi Digital Berupa Laptop dan Smartphone.
Hasil Penelitian Yang Di Dapatkan Menunjukan Bahwa Materi ini Sumber Utamanya Adalah Surat Al-Baqarah Ayat 31-32 Dengan Metode Tafsir Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Metode Tafsir Muqaran Dengan Jalur Perbandingan Antara Dua Tafsir Rujukan, Yaitu Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-MIshbah.
Dengan Demikian Disamping Adanya Penguasaan Ilmu Pengetahuan Juga Harus Disertai Dengan Teladan-Teladan Dan Latihan-Latihan Dari Semua Pihak Yang Melingkunginya Baik Orang Tua, Guru Maupun Lingkungan Masyarakat.
Adanya Koperasi Pondok Pesantren Merupakan Salah Satu Badan Usaha Milik Pesantren Yang Bergerak Dalam Sektor Peningkatan Ekonomi dan Untuk Membantu Pembangunan Pondok Pesantren La Tahzan Cikande.
Berdasarkan Pembelajaran Dengan Implementasi Strip Story Selesai, Terjadi Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Hadist Kelas VII Pondok Pesantren Daar El-Qolam.
Nabi Ibrahim Seorang Rasul Yang Sangat Bertanggung Jawab Dalam Mendidik Anak Istrinya Karena Itulah Ia Selalu Berdoa Agar Anak Istrinya Selalu Mendirikan Shalat.
Dengan Pemahaman Ilmu Tajwid Yang Siswa Dapatkan Dari Pembelajaran Tajwid AL-Qur'an Akan Menjadi Bekal Untuk Dapat Membaca AL-Qur'an Dengan Baik dan Benar.
Pada Siklus II Siswa Telah Menunjukkan Peningkatan Keterampilan Belajar Pada Mata Materi Rukun Iman Dengan Dibuktikannya Hasil Belajar Yang Memenuhi Nilai KKM dan Batas Minimal Presntasi Ketuntasan yaitu 85%